GARAM
Rubrik Garam adalah rubrik yang memuat tulisan keagamaan, terkhusus keislaman. Disebut garam karena garam adalah hasil dari reaksi netralisasi asam dan basa. Seperti agama dalam pemahaman saya. Agama adalah tempat netral dalam memandang kehidupan kita. Seasam apapun realitas sosial yang kita hadapi, sebasa apapun sains yang terkesan tak bertuan dan tak bertuhan, bahkan dalam tahap tertentu menjadi amoral, reaksi keduanya menjadi paduan yang tak berbahaya dan menenangkan. Jika asam berlebih di lambung, yang terjadi adalah iritasi. Jika basa mengenai kulit kita, gatal akan dirasa. Jika garam ditambahkan kedalam masakan, rasa nikmat akan dirasakan. Asal jangan terlalu berlebihan, bisa hipertensi dan berperan menjadi silent killer! tul gak?
Pesantren dan Perguruan Tinggi Sains: Dua Paradigma yang Harus Clear Dulu
Akhir-akhir ini, ada fenomena yang rasanya semakin mudah dijumpai, yaitu pesantren mulai banyak mendirikan perguruan tinggi. Dan menurut saya, itu kabar baik. Artinya, pesantren sedang berusaha menjaga relevansinya dengan perkembangan zaman. Bukan dengan meninggalkan...
Nyari yang Gak Ada
Beberapa waktu lalu, saya ngobrol dengan seorang rekan yang asli Cirebon. Ia bercerita bahwa destinasi liburan yang paling dicari adalah tempat-tempat bernuansa pegunungan, seperti naik gunung, curug, glamping, terasering, udara dingin, dan segala hal yang kira-kira...
Pesantren Bukan Sarang Feodal
Beberapa waktu lalu, program Xpose Uncensored di Trans7 menayangkan liputan yang menggambarkan pesantren sebagai ruang penuh praktik feodal dan pengkultusan Kyai. Tayangan itu menyorot santri yang menunduk, mencium tangan, bahkan memberi uang kepada kyai,...
Cermin Kita pada Retuntuhan Bangunan Pesantren
Pergulatan duniawi akhir-akhir ini sungguh unik. Berbagai peristiwa, masifnya informasi diproduksi yang pada awalnya diharapkan menjadi landasan kecermatan dalam decision making dan menarik konklusi, malah menjadi semacam rasa takut bagi seseorang mengambil keputusan....
Secangkir Kopi, Semangkuk Sufisme, dan Tulisan Apalah Ini
Malam hari memang menjadi momentum yang pas untuk melakukan refleksi, berkontemplasi, hingga sekedar merenungi banyak hal yang telah terjadi sepanjang hari, minggu, bulan bahkan selama hidup ini. Sembari nyeruput kopi, terkadang saya masih tidak menyangka, saya sudah...
Dari 21% Oksigen Menuju Manusia Seutuhnya
Beberapa hari yang lalu, saya ditodong untuk menjadi narasumber pengganti dalam agenda orientasi mahasiswa baru jurusan Tadris Kimia UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Sebagai dosen baru di kampus, rupanya bukan hanya maba yang di ospek, sayapun juga di ospek mahasiswa....
Sanad Kimia
Di dunia pesantren, sanad adalah hal yang penting, bahkan ada sebuah istilah populer bahwa "al isnadu minaddin, laulal isnad laqola man sya'a wa ma sya'a", sanad adalah bagian dari agama itu sendiri, kalau tidak ada sanad, maka orang akan ngomong karepe dewe. Maka...
ChemInsight : Makanan Halal, Tapi Apakah Thayyib? Sebuah Refleksi
Kemarin ini sedang ramai kasus Ayam Goreng Widuran di Solo yang setelah beroperasi berpuluh-puluh tahun, barulah si empunya toko mengikhbarkan bahwa ayam yang dia jual bukan produk halal, waduh! Tetapi, tulisan ini bukan mau bahas itu, tapi bahas isu halal lain yang...
Santri, Korupsi dan Kekuasaan
Beberapa kali saya dengar seorang tokoh berkata kurang lebih begini, "Santri harus masuk dunia politik, karena santri ini sudah biasa hidup sederhana dan serba pas-pasan. Jadi, kemungkinan santri korupsi itu kecil."Saya setuju untuk statemen pertama bahwa santri...








