
Saya selalu merasa, Allah begitu baik terhadap hamba-Nya. Mungkin, banyak orang dulu berpikir underestimate, kini diberi kesempatan berkarir menjadi seorang dosen di salah satu PTN. Kerja keras dan kerja cerdas tentu ada, tapi saya yakin, doa orang tua, istri, orang terdekat dan kebaikan Allah lah yang lebih dominan membawa saya kesini.
Sebaik itulah Allah kepada saya, sehingga saya merasa perlu membalas semua anugerah ini dengan menjaga anugerahnya dengan sebaik-baiknya. Melakukan tahap demi tahap transformasi dan perbaikan diri, baik dari sisi hubungan vertikal kepada-Nya, maupun horizontal kepada diri sendiri dan sesama.
Membaca media kemarin, kita dikagetkan dengan OTT KPK terhadap rektor Unsoed atas dugaan tindakan pidana suap PMB Mandiri. Nominalnya ratusan juta. Belum kering dari ingatan saya, kasus guru besar farmasi UGM yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswa, dan yang paling baru, kasus wakil dekan di UIN STS Jambi yang ketahuan ngamar dengan mahasiswi.
Saya yakin itu hanya segelintir yang mengemuka ke publik, pasti ada lebih banyak dari itu, akan tetapi saya tidak ingin membahasnya. Saya hanya ingin mencoba mengingatkan diri sendiri melalui tulisan ini, juga menyisipkan doa untuk keselamatan saya.
Kesempatan berkarir di dunia akademik perguruan tinggi sepertinya memang akan banyak godaan. Banyak orang bilang, jangan pikir ketika anda berkarir di dunia akademik, lantas disitu suci dari praktik-praktik yang tidak terpuji. Dunia dosen tidak sesuci itu. Begitu kata para senior.
Dengan anugerah Allah yang tak terhitung lagi kepada saya, saya merasa, betapa bodohnya jika saya menyia-nyiakannya hanya karena godaan suap dan urusan birahi. Sungguh mimpi buruk, karir dan integritas yang dibangun bertahun-tahun, kita mendedikasikan diri kita tahap demi tahap, lalu kita hancurkan dengan tangan kita sendiri akibat gelap mata.
Saya tidak sok suci. Mungkin saja jika saya berada di posisi mereka, akan ada godaan untuk melakukan hal serupa. Seperti kata Lord-Acton, Power tends to corrupt, and absolute power corrupt absolutely. Kuasa kita dalam posisi akademik sebagai dosen, kaprodi, dekan, hingga rektor akan menarik-narik kita untuk bersikap korup. Dalam bentuk yang bermacam-macam.
Maka, Ya Allah, saya memohon, lindungi hamba dari dorongan untuk bersikap tercela. Semoga hamba dijauhkan dari hal-hal yang tidak engkau ridhoi, amin ya robbal alamin.