ASAM
Rubrik Asam adalah rubrik yang memuat tulisan sosial humaniora. Disebut asam karena kompleksisitas hubungan antar manusia yang seringkali menyebabkan berbagai respon bagi kita, hehe. Terkadang fakta sosial yang kita terima tak selalu menyenangkan dan terkesan kecut atau asam. Kenyataan hidup acapkali membuat kita menghardik “Asem tenan!”. Memang relasi sosial kemanusiaan serumit itu, hehe.

Kaluna, Kerasnya Ibu Kota & Perjuangan Hidup Kelas Menengah
Malam selepas kesibukan yang lumayan sejak pagi tadi, saya mencoba mencari hiburan ringan. Tentu saat ini hiburan bukan hal yang sulit, apalagi bagi kaum introvert. Rebahan dengan menonton film di layanan streaming adalah salah satu pilihan yang menyamankan. Cukup...
Seperti Kesetimbangan Kimia, Adaptasi Tak Selalu Mudah
Saya cukup menyukai desain grafis. Sejak duduk di bangku SMA di Pesantren dahulu, saya mulai mendalami keterampilan ini. Dengan posisi saya sebagai sekretaris OSIS, saya diberi privilage untuk mengakses komputer inventaris OSIS saat itu. Dan untuk mendukung...
Penataan Ulang Karbokation, Awal dari Sebuah Perjalanan
Ini adalah tulisan pertama di tahun 2025. Ternyata, butuh 14 hari berlalu untuk membuat tulisan perdana di tahun 2025 ini, hehehe. Seperti yang banyak orang bilang, tahun demi tahun, kita harus punya resolusi. Satu, dua atau beberapa hal yang ingin dicapai di tahun...
Cheminsight: Belajar Seni Berbagi dari Nukleofil
Saat berhadapan dengan penguji dalam suatu wawancara, ada pertanyaan unik nan menarik dari salah seorang penguji. "Coba jelaskan nilai-nilai kimia yang relevan dalam tasawuf". Seketika otak saya dituntut untuk berpikir cepat untuk mencari bahan jawaban. Seketika saya...
2024: Akhir Tahun yang Menentukan
Saat ini, kita sudah sampai di pertengahan Desember. Sebentar lagi, kita akan memasuki tahun yang baru. Seperti halnya manusia-manusia lainnya, saya pun memiliki beberapa resolusi yang telah dicapai di tahun 2024, dan resolusi yang ingin dicapai di tahun 2025. Tapi,...
POV Baru Memahami “Kun Aliman”
Suatu ketika, saya mendengar ceramah ibu-ibu yang sedang membahas suatu hadits.كن عالما أو متعلما أو مستمعا أو محبا ولاتكن خامسا فتهلك.Artinya, jadilah orang yang berilmu (kyai, ilmuwan, seorang expert), atau menjadi pembelajar, atau menjadi pemerhati/analis, atau...
ChemInsight : Belajar inklusivitas dan Meritokrasi dari Reseptor Protein
Hari demi hari berlalu, ternyata cukup lama blog ini tak memuat tulisan receh. Kalau boleh saya beralasan, kemandekan ini akibat sibuknya saya persiapan tes CPNS, hehe. Selepas tes SKD, barulah saya bisa sedikit bernafas lega. Meski nilai belum memenuhi target,...
Adaptif dengan Musik
Melihat satu postingan instagram gus Nadir yang berisi potongan video suasana Synchronize Fest dimana Hadad Alwi bersenandung melantunkan tembang "Rindu Muhammadku", disitu terdapat sekelompok anak muda yang dengan semangatnya mengikuti alunan musik dan ikut...
Sikap Meremehkan Ilmu dan Pendidikan
gambar hanya pemanis Di era yang serba digital ini, ilmu sudah bukan menjadi barang langka. Kita bisa dengan mudah search di google untuk apapun yang ingin kita ketahui. Terlebih, fitur artificial intelegence (AI) macam chatgpt yang luar biasa canggih. Meski tak...