oleh fawwazmf | Mei 29, 2013 | Asam
Berawal dari ngopi2 bersama sahabat-sahabat, tanpa disadari perbincangan mengarah ke pembicaraan tentang peradaban Atlantis yang konon adalah di Indonesia. Saya jadi penasaran untuk mencari tahu tentang berita tersebut. Akhirnya, selesai Ngopi, saya langsung buka laptop untuk memuaskan gairah keingintahuan saya akan topik yang menarik ini. Setelah browsing beberapa menit. Mbah google membuat saya bertamu di blog yang berkaitan dengan topik tersebut. Blog Ahmad Yanuana Samantho, S.IP, MA -lah yang menyuguhkan hidangan berita ini. Isinya membuat saya bercumbu dengan laptop hingga berjam-jam dalam satu blog yang sama. Keren dan Inspiratif.
Ting…!!! Akhirnya terlintas difikiran saya untuk memposting kembali berita dari blog tersebut dengan harapan sahabat bisa membaca dan mengambil sebuah benang merah dari tulisan ini. Meskipun artikel copas, yang penting bermanfaat dan tetap mengatasnamakan penulis beserta blog-nya sebagai penghormatan untuk author aslinya. Oke langsung saja ! Semoga bermanfaat bagi kita semua… Cekidot…!!!
____________________________
Fakta Ilmiah : Benua Atlantis Yang Hilang Itu Ternyata Indonesia
Oleh : Prof. Dr. H. PRIYATNA ABDURRASYID, Ph.D.
MUSIBAH alam beruntun dialami Indonesia. Mulai dari tsunami di Aceh hingga yang mutakhir semburan lumpur panas di Jawa Timur. Hal itu mengingatkan kita pada peristiwa serupa di wilayah yang dikenal sebagai Benua Atlantis. Apakah ada hubungan antara Indonesia dan Atlantis?
Gambaran tentang Benua Atlantis sepenuhnya bersumber dari Catatan Plato (427 – 347 SM) dalam dua karyanya, yaitu Timaeus dan Critias. dalam bukunya yang diberi judul Timaeus, Plato bercerita sangat menarik tentang Atlantis, Berikut ini kutipannya:
“ Di hadapan Selat Mainstay Haigelisi, ada sebuah pulau yang sangat besar, dari sana kalian dapat pergi ke pulau lainnya, di depan pulau-pulau itu adalah seluruhnya daratan yang dikelilingi laut samudera, itu adalah kerajaan Atlantis. Ketika itu Atlantis baru akan melancarkan perang besar dengan Athena, namun di luar dugaan, Atlantis tiba-tiba mengalami gempa bumi dan banjir, tidak sampai sehari semalam, tenggelam sama sekali di dasar laut, negara besar yang melampaui peradaban tinggi, lenyap dalam semalam.”
Terjemahan Latin Timaeus, dibuat pada abad pertengahan.
Plato menyatakan bahwa puluhan ribu tahun lalu terjadi berbagai letusan gunung berapi secara serentak, menimbulkan gempa, pencairan es, dan banjir. Peristiwa itu mengakibatkan sebagian permukaan bumi tenggelam. Bagian itulah yang disebutnya benua yang hilang atau Atlantis.
Penelitian mutakhir yang dilakukan oleh Prof. Arysio Nunes dos Santos, seorang atlantolog, geolog, dan fisikawan nuklir asal Brazil, menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, ia mempublikasikan hasil penelitiannya dalam sebuah buku : Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization (2005). Santos menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.
Konteks Indonesia
Bukan kebetulan ketika Indonesia pada tahun 1958, atas gagasan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja melalui UU no. 4 Perpu tahun 1960, mencetuskan Deklarasi Djoeanda. Isinya menyatakan bahwa negara Indonesia dengan perairan pedalamannya merupakan kesatuan wilayah nusantara. Fakta itu kemudian diakui oleh Konvensi Hukum Laut Internasional 1982. Merujuk penelitian Santos, pada masa puluhan ribu tahun yang lalu wilayah negara Indonesia merupakan suatu benua yang menyatu. Tidak terpecah-pecah dalam puluhan ribu pulau seperti halnya sekarang.
Santos menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.
Teori Plato menerangkan bahwa Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene). Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia (dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru / Sumeru / Mahameru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.
Atlantis berasal dari bahasa Sanskrit Atala, yang berarti surga atau menara peninjauan (watch tower) , Atalaia (Potugis), Atalaya (Spanyol). Plato menegaskan bahwa wilayah Atlantis pada saat itu merupakan pusat dari peradaban dunia dalam bentuk budaya, kekayaan alam, ilmu/teknologi, dan lain-lainnya. Plato menetapkan bahwa letak Atlantis itu di Samudera Atlantik sekarang. Pada masanya, ia bersikukuh bahwa bumi ini datar dan dikelilingi oleh satu samudera (ocean) secara menyeluruh.
Ocean berasal dari kata Sanskrit ashayana yang berarti mengelilingi secara menyeluruh. Pendapat itu kemudian ditentang oleh ahli-ahli di kemudian hari seperti Copernicus, Galilei-Galileo, Einstein, dan Stephen Hawking.
Peta Atlantis menurut Arysio Nunes dos Santos dalam bukunya Atlantis, The Lost Continent Finally Found terletak di Indonesia.
Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.
Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai bentuk / posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, “Amicus Plato, sed magis amica veritas.” Artinya,”Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran.”
Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni :
pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia.
Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.
Ketiga, soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya tercampur air laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di laut ini kemudian meresap ke dalam tanah di daratan. Lumpur panas ini tercampur dengan gas-gas alam yang merupakan impossible barrier of mud (hambatan lumpur yang tidak bisa dilalui), atau in navigable (tidak dapat dilalui), tidak bisa ditembus atau dimasuki. Dalam kasus di Sidoarjo, pernah dilakukan remote sensing, penginderaan jauh, yang menunjukkan adanya sistim kanalisasi di wilayah tersebut. Ada kemungkinan kanalisasi itu bekas penyaluran semburan lumpur panas dari masa yang lampau.
Bahwa Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis, tentu harus membuat kita bersyukur. Membuat kita tidak rendah diri di dalam pergaulan internasional, sebab Atlantis pada masanya ialah pusat peradaban dunia. Namun sebagai wilayah yang rawan bencana, sebagaimana telah dialami oleh Atlantis itu, sudah saatnya kita belajar dari sejarah dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir untuk dapat mengatasinya.***
* Penulis adalah Direktur Kehormatan International Institute of Space Law (IISL), Paris-Prancis
Silakan lihat video Wawancara Ekslusif bersama Prof. Arysio Santos tentang Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization Via YouTobe.com
sumber:
http://www.atlan.org/articles/checklist/, diakses pada Agustus 2005
http://www.atlan.org/articles/egyptian_temple1/
http://www.atlan.org/articles/old_world.html
http://www.akhirzaman.info, diakses pada 08/06/2012
http://id.wikipedia.org/wiki/Atlantis, diakses pada 08/06/2012
http://www.anneahira.com/sejarah-benua-atlantis-8753.htm,diakses pada 08/06/2012
oleh fawwazmf | Mei 29, 2013 | Garam
Bagian 7 ini merupakan pembahasan lanjutan dari Bagian 6
Ciri huruf adalah ditandai dengan tidak terdapatnya ciri isim dan fiil. Dengan kata lain, ketika dalam sebuah kalimat tidak terdapat ciri isim maupun fiil, kalimat tersebut disebut huruf. Hal seperti ini disebut golongan عَدَمِيْ مُطلـَقْ. Sedangkan عَدَمِيْ مُطلـَقْ adalah salah satu bagian dari golongan عَدَمِيْ . Golongan عَدَمِيْ ada 2 :
1. عَدَمِيْ مُطلـَقْ yaitu مَا لا يَصِحُّ جَعْلُهُ عَلاَمَة ًلِلوُجُوْدِ
Artinya, sesuatu yang tidak bisa dijadikan ciri untuk sesuatu yang ada (dengan ketidakberadaannya ciri dari benda lain (misal),tidak bisa menggambarkan ciri dari dirinya).
2. عَدَمِيْ مُقيَّدْ yaitu مَا يَصِحُّ جَعْلُهُ عَلامَة ًلِلوُجُوْدِ
Artinya, sesuatu yang bisa dijadikan ciri untuk sesuatu yang ada (dengan ketidakberadaannya ciri dari benda lain (misal), bisa menggambarkan ciri dari dirinya).
Huruf adalah termasuk pada عَدَمِيْ مُطلـَقْ, yang mana dengan ketidakberadaannya ciri isim dan fiil, bisa menggambarkan ciri dari diri huruf itu sendiri.
Imrithi,
وَالحَرْفُ لمْ يَصْلـُحْ لهُ عَلامَة ْ * إلاَّ انـْتِفـَا قـَبُوْلِهِ العَلامَة ْ
____________________________
Demikian pembahasan mengenai Bab Kalam, semoga bermanfaat…. ^_^
Setelah ini akan dilanjutkan pembahasan Bab I’rob, tunggu di postingan selanjutnya,,,,
Sumber : Mas’alah Jurumiyyah Pondok Pesantren Baitulhikmah Haurkuning Salopa Tasikmalaya 46192 Jawa Barat
oleh fawwazmf | Mei 29, 2013 | Garam
Bagian 6 ini merupakan pembahasan lanjutan dari Bagian 5.
Ciri fiil ada 4, yaitu :
1. قدْ حَرْفِيَّة
2. سِيْن تـَنفِيْس
3. سَوْفَ لِلتـَّسْوِيْف
4. تاء تـَأنِيْث سَاكِنـَة
Imrithi,
وَالفِعْلُ مَعْرُوْفٌ بقـَدْ وَالسِّيْنِ * وَتاءِ تـَأنِيْثٍ مَعَ السَّاكِنِر
1. قدْ حَرْفِيَّة
Dinamai قدْ yang حَرْفِيَّة karena dalam konteks ilmu nahwu, قدْ ada 3, yaitu :
– قد إسِمْ فِعِلْ, cirinya; kalimat setelahnya dinashobkan karena menjadi maf’ul bih, ma’nanya – (cukup).
Contoh : قدْ زَيْدًا دِرْهَمٌ, taqdirnya, يَكْفِيْ زَيْدًا دِرْهَمٌ
– قدْ إسْمِيَّة,cirinya; kalimah setelahnya dijerkan karena menjadi mudhof ileh, ma’nanya (menyukupkan).
Contoh : قدْ زَيْدٍ دِرْهَمٌ, taqdirnya, حَسْبُ زَيْدٍ دِرْهَمٌ
– قدْ إسْمِيَّة, cirinya; selalu masuk pada kalimah fiil. Mempunyai 4 ma’na :
• لِلتَّقلِيْلِ, artinya meminimalisir.
Contoh : قدْ يَصْدُقُ الكَاذِبُ, pembohong itu sedikit berkata jujur
• لِلتَّكْثِيْرِ, artinya, memperbanyak.
Contoh : قدْ يَصْدُقُ الصّادِقُ, orang jujur itu banyak berkata jujur
• لِلتَّحْقِيْقِ, artinya, menegaskan.
Contoh : قدْ قامَ زَيْدٌ, zaid benar-benar telah berdiri
• لِلتَّقرِيْبِ, artinya, mendekatkan.
Contoh : قدْ قامَتِ الصَّلاةُ, waktu sholat hampir datang
4 ma’na tersebut terklarifikasi menjadi 2 penempatan, yaitu :
– Khusus untuk fiil mudhore, yaitu ma’na لِلتَّقلِيْلِ dan لِلتَّكْثِيْرِ.
– Khusus untuk fiil madhi, yaitu ma’na لِلتَّحْقِيْقِ dan لِلتَّقرِيْبِ.
Syarat قدْ masuk pada fiil ada 4, yaitu :
– Fiilnya harus mutsbat(kalimat positif)
– Fiilnya harus mutasorrif (bisa ditasrif)
– Fiilnya harus ma’na khobariyyah (pemberitaan)
– Antara fiil dan قدْ tidak boleh terpisah.
2. سِيْن تـَنفِيْسِ dan,
3. سَوْفَ لِلتـَّسْوِيْفِ
Fungsi سِيْن تـَنفِيْسِ dan سَوْفَ لِلتـَّسْوِيْفِ adalah :
الدَّالـَّتان عَلى تـَأخِيْرِ زَمَانِ الفِعْلِ المُضَارِعِ عَنِ الحَالِ
Artinya, mengakhirkan zaman fiil mudhore dari hal (sekarang/present) menuju mustaqbal (masa depan/future).
Jadi, keduanya berfungsi untuk menjadikan fiil mudhore berma’na mustaqbal.
Namun dalam istiqbalnya, keduanya membunyai sisi perbedaan, yaitu
– سِيْن تـَنفِيْسِ, berfaidah مستقبل قريب.
Contoh : سأأذهب إلى المسجد, saya akan segera menuju masjid
– سَوْفَ لِلتـَّسْوِيْفِ , berfaidah مستقبل بعيد.
Contoh : سوف تعلمون, kelak kamu akan mengetahuinya
Qoidah,
والسِّينُ تَنفيسٍ تدلُّ القَريْبَ * وسوف تسويفٍ تدلُّ البَعيْدَ
سَوْفَ لِلتـَّسْوِيْفِ mempunyai ma’na yang lebih jauh dari pada سِيْن تـَنفِيْسِ karena sebuah qowaid nahwu menjelaskan, لِأنَّ زِيَادَة َالبناءِ تـَدُلُّ عَلى زِيَادَة َالمَعْنـَى artinya, penambahan huruf berbanding lurus dengan penambahan ma’na. (semakin banyak hurufnya, semakin banyak pula ma’nanya).
Qoidah,
وَكـُلُّ مَا زَادَ عَلى البـِناءِ * دَلَّ عَلى زِيَادَةِ المَعْناءِ
4. تاءْ تـَأنِيْث السَّاكِنة
Dinamai تـَاءْ تـَأنِيْث yang سَاكِنـَة karena dalam konteks ilmu nahwu, تـَاءْ تـَأنِيْث ada 3, yaitu :
– تـَاءْ تـَأنِيْث سَاكِنـَة. cirinya, selalu masuk pada kalimah fiil dan menjadi ciri i’robnya.
Contoh : (syiiran)
عَلـَمَتْ فحَيَّتْ ثـُمَّ قامَتْ فوَدَّعَتْ * فلمَّا توَلَّت كَادَتِ النـَّفسُ تزْهَقُ
– تـَاءْ تـَأنِيْث حركة الإعراب atau تـَاءْ تـَأنِيْث مُتـَحَرِّكَة. cirinya, selalu masuk pada kalimah isim dan menjadi penerima ciri i’robnya.
Contoh : ناصِرَة ٌ
– تـَاءْ تـَأنِيْث غيرَ حركةَ الإعراب. cirinya, masuk kepada kalimah isim, fiil, dan huruf, namun tidak sebagai harakat i’robnya. Contoh :
• Masuk pada kalimah fiil : تَنْصُرُ
• Masuk pada kalimah isim : لاحول ولاقوة
• Masuk kepada kalimah haraf : ثمّتَ, (dalam alfiyyah bab jama taksir)
Ciri fiil yang empat tersebut, penempatannya terklarifikasi menjadi 3 :
1. Khusus masuk pada fiil madhi, yaitu تأ تأنيث الساكنة
2. Khusus masuk pada fiil mudhore, yaitu سين بنفيس + سوف تسويف
3. Bisa masuk pada fiil madhi maupun mudhore, yaitu قد حرفية
____________________________
Demikian pembahasan Bab Kalam Bagian 6, Tunggu Pembahasan Bab Kalam Bagian 7 di artikel selanjutnya.
Sumber : Mas’alah Jurumiyyah Pondok Pesantren Baitulhikmah Haurkuning Salopa Tasikmalaya 46192 Jawa Barat
oleh fawwazmf | Mei 28, 2013 | Garam
Bagian 5 ini merupakan pembahasan lanjutan dari Bagian 4.
3. Huruf Jer
Berdasarkan ma’na dan muta’allaqnya, huruf jer terbagi 3, yaitu :
– Ashliyyah
مَا يَحْتَاجُ إلَى مُتَعَلَّقٍ يَتَعَلَّقُ بِهِ وِلِهُ مَعْنًى فِى نَفْسِهِ
Huruf jer uang membutuhkan mutaallaq dan mempunyai ma’na dalam dirinya.
Contoh : مررت بزيدٍ
Qoidah,
وَهوَ مَايَحْتَاجُ إلىَ مُتَعَلقْ * لَهُ مَعْنىً فِى نَفْسِهِ يَتَعَلقْ
– Zaidah
مَا لا يَحْتَاجُ إلَى مُتَعَلَّقٍ يَتَعَلَّقُ بِهِ وِلا لَهُ مَعْنًى فِى نَفْسِهِ بل لأجل توكيد المعنى فقط
Huruf jer yang tidak membutuhkan mutaallaq dan tidak mempunyai ma’na dalam dirinya, namun hanya berfungsi sebagai taukid (penguat statement).
Contoh : ليس زيد بقائمٍ
Qoidah,
وَمَا بِمُتَعَلقٍ لاَ يَحْتَاجُ * يُسَمَّى زَائِدًا لَيْسَ مَعْنًى لَهُ
– Syibeh Zaidah
مَا لا يَحْتَاجُ إلَى مُتَعَلَّقٍ يَتَعَلَّقُ بِهِ ولَهُ مَعْنًى فِى نَفْسِهِ
Huruf jer yang tidak membutuhkan mutaallaq namun mempunyai ma’na dalam dirinya.
Contoh : ربَّ رجلٍ قائمٍ
Qoidah,
وَمَا لَهُ مَعْنًى دُوْنَ تعَلقٍ * فَشِبْهُ زَاِئٍد بِلاَ تَكَلُّفٍ
Menurut Kitab Alfiyyah, Huruf jer seluruhnya ada 20. Namun secara garis besar, menurut Kitab Jurumiyyah dan Imrithi, huruf jer ada 9, yaitu : مِنْ, إلى, عَنْ, عَلى, فِيْ, رُبَّ, بَ, كَ, dan ل.
Qoidah,
وَهِيَ مِنْ وَإلى وَعَنْ وَعَلى * وَفِي وَرُبَّ وَالبَاءُ وَالكافْ وَاللاَّمْ
Alfiyyah,
هَاكَ حُرُوفَ الجَرِّ وَهِيَ مِنْ إلى * حَتـَّى خَلا عَدَا حَاشَا فِيْ عَنْ عَلى
مُذ ْمُنذ ُرُبَّ لاَمْ كيْ وَاوٌ وَتا * وَالكافُ وَالبَا وَلعَلَّ وَمَتـَى
1. مِنْ
Ma’nanya ada 6, yaitu :
– إبْتِدَاءْ فِي الزَّمَانْ, mengawali dalam waktu.
Contoh : ( لمَسْجدٌ أ ُسِّسَ عَلى التـَّقوَى مِنْ أوَّلِ يَوْمٍ أحَقُّ (التوبة : 108
– إبْتِدَاءْ فِي المَكَانْ, mengawali dalam tempat. Contoh :
( سُبْحَانَ الـَّذِيْ أسْرَى بعَبْدِهِ ليْلاً مِنَ المَسْجدِ الحَرَامِ إلى المَسْجدِ الأقصَى. (الإسراء :1
– لِلتـَّبْعِيْض, sebagian. Contoh : ( وَمِنَ النـَّاسِ مَنْ يَقـُوْلُ آمنـَّا باللهِ (البقرة : 8
– لِلتـَّبْيـِيْن, menjelaskan. Contoh : ( فاجْتـَنِبُوا الرِّجْسَ مِنَ الأوْثانِ (الحج : 30
Alfiyyah,
بَعِّضْ وَبَيِّنْ وَابْتـَدِءْ فِي الأمْكِنهْ * بمِنْ وَقدْ تـَأتِيْ لِبَدْءِ الأزْمِنهْ
– بَدَلِيَّة, Pengganti. Contoh : ( أرَضِيْتـُمْ بالحَيَاةِ الدُّنيَا مِنَ الآخِرَةِ. (التوبة : 38, taqdirnya : بَدَلَ الآخِرَةِ
Alfiyyah,
لِلإنتِهَا حَتـَى وَلامٌ وَإلى * وَمِنْ وَبَاءٌ يُفهِمَانِ بَدَلا
– زَائِدَة, ciri ma’na zaidah yaitu selalu menjerkan isim nakiroh yang didahului nafi/syibeh nafi (nahi dan istifham). Contoh : مَا لِبَاغٍ مِنْ مَفرٍّ (pada nafi)
Alfiyyah,
وَزِيْدَ فِيْ نـَفيٍ وَشِبْهِهِ فجَرّ * نكِرَة ًكمَا لِبَاغٍ مِنْ مَفرّ
2. إلى
Ma’nanya ada 2, yaitu :
– إنتِهَاءْ فِي الزَّمَانْ, mengakhiri dalam waktu. Contoh : صُمْتُ إلى يَوْمِ الخَمِيْسِ
– إنتِهَاءْ فِي المَكَانْ, mengakhiri dalam tempat. Contoh : سِرْتُ مِنْ مَكَّة َإلى المَدِيْنةِ
Alfiyyah,
لِلإنتِهَا حَتـَى وَلامٌ وَإلى * وَمِنْ وَبَاءٌ يُفهِمَانِ بَدَلا
3. عَنْ
Ma’nanya ada 4, yaitu :
– مُجَاوَزَة, melewati. Contoh : رَمَيْتُ السَّهْمَ عَنِ القـَوْسِ
– بَعْدَ, jauh. Contoh : ( لتـَرْكَبُنَّ طـَبَقا عَنْ طـَبَقٍ (الإنشقاق : 19
– عَلى, atas. Contoh : (syair)
لاَهِ ابْنُ عَمِّكَ لاأفضَلـْتَ فِيْ حَسَبٍ * عَنـِّيْ وَلا أنتَ دَيَّانِى فتـَخْزُوْنِى
Alfiyyah,
بعَنْ تجَاوُزًا عَنـَى مَنْ قدْ فطـَنْ * بعَنْ تجَاوُزًا عَنـَى مَنْ قدْ فطـَنْ
كمَا عَلى مَوْضِعَ عَنْ قدْ جُعِلا * وَقدْ تَجـِيْ مَوْضِعَ بُعْدٍ وَعَلى
– عن إسْمِيَّة, kalimah isim, cirinya selalu dijerkan oleh huruf jer من. Contoh : (syair)
وَلقدْ أرَانِى للرِّمَاحِ دَرِيْئَة ً * مِنْ عَنْ يَمِيْنِيْ تارَة ً وَعَمَامِي
Alfiyyah,
وَاسْتـُعْمِلَ اسْمًا وَكذا عَنْ وَعَلى * مِنْ أجْلِ ذا عَليْهِمَا مِنْ دَخَلا
4. عَلى
Ma’nanya ada 4, yaitu :
– إسْتِعْلاءْ, meninggikan/mengataskan
إسْتِعْلاءْ Terbagi 2 :
• Haqiqi. Contoh : جَلسْتُ عَلى الكُرْسِي
• Majazi. Contoh : عليه دين
– فِيْ, dalam. Contoh : ( وَدَخَلَ الْمَدِينَةَ عَلَى حِينِ غَفْلَةٍ مِنْ أَهْلِهَا (القصص : 15
– عَنْ, dari. Contoh : (Syair)
إذا رَضِيَتْ عَليَّ بَنـُوْ قـُشَيْرٍ * لعُمْرُ اللهِ أعْجَبَنِيْ رِضَاهَا
Alfiyyah,
عَلى لِلإسْتِعْلا وَمَعْنى فِيْ وَعَنْ * عَلى لِلإسْتِعْلا وَمَعْنى فِيْ وَعَنْ
– على إسْمِيَّة, kalimah isim, cirinya apabila lafadz على dijerkan lafadz مِنْ. Ma’nanya adalah فـَوْقَ.
Contoh : (Syair)
غدَتْ مِنْ عَليْهِ بَعْدَ مَا تـَمَّ ضَمْؤُهَا * تـَصِلُّ وَعَنْ قـَيْضٍ بزَيْزَاءَ مُجْهِلٍ
Alfiyyah,
وَاسْتـُعْمِلَ اسْمًا وَكذا عَنْ وَعَلى * مِنْ أجْلِ ذا عَليْهِمَا مِنْ دَخَلا
5. فِيْ
Ma’nanya ada 2 :
– سَبَبـِيَّة, sebab. Contoh :
دَخَلتِ امْرَأة ٌ النـَّارَ فِيْ هِرَّةٍ حَبَسَتهَا فلا هِيَ أطعَمَتهَا وَلا هِيَ ترَكَتهَا، تـَأكُلُ مِنْ خـَشَاشِ الأرْضِ
– ظرْفِيَّة, wadah. Terbagi 2 :
• Haqiqi : أنْ يَّكُوْنَ لِلظـَّرْفِ إحْتِوَاءٌ وَلِلمَظرُوْفِ تَحَيُّزٌ
Pada Dzorof (Wadah) ada ruang, dan pada Madzruf (yang diwadahi) ada bentuk.
Contoh : المَاءُ فِي الكُوْزِ. Artinya, Air ada di dalam ember
• Majazi, ada 3
o أنْ لا يَكُوْنَ لِلظـَّرْفِ إحْتِوَاءٌ وَلِلمَظرُوْفِ تَحَيُّزٌ .
Pada Dzorof (Wadah) tidak ada ruang, dan pada Madzruf (yang diwadahi) ada bentuk.
Contoh : زَيْدٌ فِي الخيْرِ, Artinya Zaid ada di dalam kebaikan
o أنْ يَّكُوْنَ لِلظـَّرْفِ إحْتِوَاءٌ وَليْسَ لِلمَظرُوْفِ تَحَيُّزٌ .
Pada Dzorof (Wadah) ada ruang, dan pada Madzruf (yang diwadahi) tidak ada bentuk.
Contoh : العِلمُ فِي الصَّدْرِ, Artinya, Ilmu ada di dada (hati).
o أنْ لا يَكُوْنَ لِلظـَّرْفِ إحْتِوَاءٌ وَليْسَ لِلمَظرُوْفِ تَحَيُّزٌ .
Pada Dzorof (Wadah) tidak ada ruang, dan pada Madzruf (yang diwadahi) tidak ada bentuk.
Contoh : العِلمُ فِي الخيْرِ, Artinya, Ilmu ada didalam kebaikan.
Alfiyyah,
وَزِيْدَ وَالظـَّرْفِيَّة َاسْتبـِنْ ببَا * وَفِيْ وَقـَدْ يُبَيِّنانِ السَّبَبَا
6. رُبَّ
Ma’nanya ada 2, yaitu :
– تكثير, memperbanyak. Contoh : رُبَّ رَجُلٍ كَرِيْمٍ لقـَيْتُهُ
– تقليل, meminimalisir. Contoh : (Syair)
اَلاَ رُبَّ مَوْلُوْدٍ وَليْس لهُ ابٌ * وَذِيْ وَلدٍ لَمْ يَلدْهُ اَبَوَانِ
Syaratnya – menjerkan ada 5, yaitu :
• Yang dijerkan harus berupa isim dzohir
• Amilnya harus dengan fiil madhi
• Amilnya harus terletak dibelakang
• Isim dzohirnya harus nakiroh
• Isim nakirohnya harus disifati
7. بَ
Ma’nanya ada 10, dan sudah dijelaskan pada pembahasan basmallah.
8. ك
Ma’nanya ada 4 :
– لِلتَّشْبـِيْهِ, menyerupai, maksudnya :
مُشَارَكَة ُ أمْرٍ لأمْرٍ فِى المَعْنـَى شَرِيْفا كَانَ أوْ حَسِيْسًا
Menyertakan sesuatu dengan sesuatu yang lainnya, baik (bertujuan) untuk memulyakan maupun menghinakan.
Contoh : زَيْدٌ كَالأسَدِ
– لِلتَّعْلِيْلِ, memberi alasan. Contoh : وَاذكُرُوْهُ كَمَا هَدَاكُمْ
– زَائِدَة لِلتَّوْكِيْدِ (tambahan untuk penguat statement). Crinya selalu masuk kepada lafadz مِثل.
Contoh : ليْسَ كَمِثلِهِ شَيْئٌ
– كاف إسْمِيَّة, kalimah isim, namun keberadaannya sangat jarang ditemukan. Contoh : (Syair)
أتـَنتَهُوْنَ وَلنْ يَنهَى ذوِيْ شَطـَطٍ * كَالطـَّعْنِ يَذهَبُ فِيْهِ الزَّيْتُ وَالفـَتَلُ
Alfiyyah,
وَاسْتـُعْمِلَ اسْمًا وَكذا عَنْ وَعَلى * مِنْ أجْلِ ذا عَليْهِمَا مِنْ دَخَلا
9. ل
Ma’nanya ada 4, yaitu :
– لِلمِلكِ, yaitu الوَاقِعَة ُبَيْنَ ذاتَيْنِ وَدَخَلـَتْ عَلى مَنْ يَمْلِكُ
Artinya, Lam yang terletak diantara dua dzat yang masuk kepada pemiliknya.
Contoh : للهِ مَا فِى السَّمَاوَاتِ وَمَا فِى الأرْض
– شِبَيْه مِلكِ, yaitu الوَاقِعَة ُبَيْنَ ذاتَيْنِ وَدَخَلـَتْ عَلى مَنْ لا يَمْلِكُ
Artinya, Lam yang terletak diantara dua dzat yang tidak masuk kepada seseorang yang bukan pemiliknya.
Contoh : المَالُ لِزَيْدٍ. ¬Harta itu milik zaid (hakikatnya seluruh harta adalah milik Allah)
– تَعْدِيَّة, me-muta’addi-kan. Contoh : فهَبْ لِيْ مِنْ لـَدُنكَ وَلِيّا
– تَعْلِيْلِيَّة, memberi alasan. Contoh : جئْتـُكَ لإكْرَامِكَ
Alfiyyah,
وَاللاَّمُ لِلمِلكِ وَشِبْهِهِ وَفِيْ * تـَعْدِيَّةٍ أيْضًا وَتـَعْلِيْلٍ قـُفِيْ
Penempatan Huruf Jer terbagi 3, yaitu :
1. Khusus kepada Isim Dzohir, ada 7, yaitu : مُنذ, مُذ, حَتـَّى, كـَافَ, وَاو, رُبَّ, تـاء.
Alfiyyah,
بالظـَّاهِرِ اخْصُصْ مُنذ ُمُذ ْوَحَتـَّى * وَالكـَافَ وَالوَاوَ وَرُبَّ وَالتـَّا
Namun, Kaf digunakan menjerkan isim dzohir yang ma’rifat, sedangkan rubba untuk isim dzohir yang nakiroh.
Alfiyyah,
وَاخْصُصْ بمُذ ْوَمُنذ ُوَقتـًا وَبرُبّ * مُنكـَّرًا وَالتـَّاءُ للهِ وَرَبّ
2. Boleh Isim Dzohir, boleh Isim Dhomir, yaitu Sisa dari yang 7 tadi (13 huruf).
Huruf Qosam (Janji)
Huruf Qosam ada 3, yaitu :
1. تاء. Khusus masuk pada lafadz Allah. Contoh : تاللهِ
Syaratnya :
• Fiil Qosamnya dibuang (ditaqdirkan)
• Bukan merupakan jawaban dari pertanyaan/syarat
• Tidak masuk pada Isim dhomir
2. باء. Boleh masuk masuk pada lafadz Allah, boleh masuk kepasa isim dhomir. Contoh : باللهِ، بهِ
Syaratnya :
• Fiil Qosamnya ditampakkan (diperlihatkan)
• Boleh menjadi jawaban dari pertanyaan/syarat.
• Boleh masuk pada isim dzohir, boleh masuk pada isim dhomir
3. واو. Boleh masuk pada Lafadz Allah, boleh masuk pada isim dzohir. Contoh : وَاللهِ، وَالعَصْر
Syaratnya :
• Fiil Qosamnya dibuang (ditaqdirkan)
• Bukan merupakan jawaban dari pertanyaan/syarat
• Boleh masuk pada isim dzohir dan lafadz Allah. Selain masuk kepada lafadz Allah hukumnya Syadz.
Qoidah,
وَقدْ يُجَرُّ الإسْمٌ حَرْفُ القـَسَمِ * وَاوٌ وَبَاءٌ تاءٌ أيْضًا فـَافهَمِ
Pada dasarnya, asal dari huruf qosam adalah wawu, لِشُهْرَتِهَا وَلِكَثـْرَةِ اسْتِعْمَالِهَا فِى القسَمِ, karena masyhur dan paling sering digunakan untuk sumpah (daripada huruf qosam lainnya).
_____________________________
Demikian pembahasan Bab Kalam Bagian 5, Tunggu Pembahasan Bab Kalam Bagian 6 di artikel selanjutnya.
Sumber : Mas’alah Jurumiyyah Pondok Pesantren Baitulhikmah Haurkuning Salopa Tasikmalaya 46192 Jawa Barat
oleh fawwazmf | Mei 24, 2013 | Basa
Sebuah atom, terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang, terdiri dari inti dan elektron yang berputar di sekitar inti.
Proton merupakan inti bermuatan positif dan neutron tidak bermuatan, inti itu sendiri selalu bermuatan positif. Sedangkan elektron yang berputar di sekitar inti sebanyak satu juta kali putaran per detik SELALU bermuatan negatif.
Salah satu karakteristik terpenting yang membuat atom begitu menakjubkan adalah putaran dari electron yang tanpa henti.
Elektron dalam atom, yang tidak pernah berhenti berputar sejak saat penciptaan mereka, TERUS BERPUTAR TANPA TERPUTUS DENGAN KECEPATAN YANG SAMA, tidak peduli berapa banyak waktu berlalu atau dari bagian apa substansi mereka, mereka tetap KONSISTEN.
Setiap atom memiliki jumlah elektron yang berbeda. Misalnya, hanya ada 1 elektron dalam atom hidrogen, 2 elektron dalam atom helium dan 92 elektron dalam atom uranium.
Elektron-elektron tersebut berputar pada tujuh orbit yang terpisah. Dalam atom yang berat, sekitar 100 elektron didistribusikan di antara tujuh orbit tersebut. Sejumlah elektron berputar dengan kecepatan luar biasa pada orbit yang sama, atau bahkan ada elektron yang menyeberang antar orbit. TETAPI MEREKA TIDAK PERNAH bertabrakan.
Hal Ini adalah salah satu aspek yang paling menakjubkan dari elektron. Tak ada satupun dari seratus atau lebih elektron pada tujuh orbit berbeda, yang berputar satu juta kali tiap detiknya, yang pernah bertabrakan dengan elektron yang lain, berhenti berputar atau putarannya menjadi lambat. Setiap elektron masing-masing mengontrol gerakannya yang menakjubkan itu agar tetap pada jalannya sendiri, dalam harmoni yang menakjubkan, dan telah melakukannya sejak penciptaan alam semesta.
Ada hal lain yang menakjubkan di sini. Agar elektron dapat berputar pada orbit yang berbeda mereka harus memiliki massa yang berbeda, seperti planet-planet. Tapi anehnya semua elektron MEMILIKI MASSA DAN UKURAN YANG SAMA. Hal inilah yang hingga saat ini belum diketahui mengapa tingkat energi dari partikel-partikel identik ini berbeda dan mengapa mereka berputar dalam orbit yang berbeda (padahal massa dan ukurannya sama).
Elektron menempati tempat mereka di orbitnya dengan suatu perintah khusus dan berpindah tempat bila perlu, juga dengan cara yang sama. Mereka terlindungi secara special, maka dengan demikian mereka tidak pernah berbenturan, karena pada hakikatnya mereka berada di bawah kendali tunggal dari Alloh Yang Maha Kuasa, yang Menciptakan dan Selalu Mengawasi mereka setiap saat.
Setiap atom telah diciptakan lebih dari 15 miliar tahun yang lalu dan sampai saat ini masih tetap patuh menjalankan aturan sama yang menakjubkan tersebut.
Selama 15 miliar tahun, tidak ada satupun elektron berputar pada orbit yang salah, tak ada satupun yang merubah kecepatan atau bertabrakan dengan elektron yang lain, karena setiap elektron berada dalam pengetahuan Tuhan kita dan setiap elektron bergerak atas perintah-Nya.
Itu sebabnya, jika dikaji dari sisi pengetahuan dan penciptaan, mulai dari galaksi raksasa hingga ke dunia yang tak terlihat di dalam atom, semuanya adalah satu dan sama. Mereka semua ada karena Tuhan kita Allah memerintahkan mereka untuk “Jadilah!”
Aku berlindung kepada Alloh dari godaan syetan yang terkutuk
Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: “kun (jadilah)”, maka jadilah ia. (Surat An-Nahl: 40)
_____________________
sumber : harunyahya.com