GARAM
Rubrik Garam adalah rubrik yang memuat tulisan keagamaan, terkhusus keislaman. Disebut garam karena garam adalah hasil dari reaksi netralisasi asam dan basa. Seperti agama dalam pemahaman saya. Agama adalah tempat netral dalam memandang kehidupan kita. Seasam apapun realitas sosial yang kita hadapi, sebasa apapun sains yang terkesan tak bertuan dan tak bertuhan, bahkan dalam tahap tertentu menjadi amoral, reaksi keduanya menjadi paduan yang tak berbahaya dan menenangkan. Jika asam berlebih di lambung, yang terjadi adalah iritasi. Jika basa mengenai kulit kita, gatal akan dirasa. Jika garam ditambahkan kedalam masakan, rasa nikmat akan dirasakan. Asal jangan terlalu berlebihan, bisa hipertensi dan berperan menjadi silent killer! tul gak?

Perspektif Baru Kang Iip
Hari ini adalah hari dimana seharusnya saya menghadiri pengajian alumni Pondok Pesantren Baitul Hikmah Haurkuning, Tasikmalaya atau yang dikenal dengan sebutan PESANHIKMAH zona Ciayumajakuning & Jateng. Dorongan kuat untuk hadir sebetulnya sangat tinggi, terlebih...
Bikin Emosi, di-Prank Tukang Las Berminggu-minggu
Tulisan kali ini tak lebih dari sekedar curhatan pribadi. Namanya manusia, pasti punya sisi emosional. Kadang emosi ini harus diluapkan. Namun peluapan emosi ini bermacam-macam cara, dan saya memilih menulis untuk meluapkan emosi saya.Kejadian ini bermula sekitar 4...
Menambah Kesibukan dengan Mengajar
"Nak, kalau kamu jadi guru, dosen, atau kyai harus tetep usaha. Harus punya usaha sampingan, biar hati kamu gak selalu mengharap pemberian ataupun bayaran dari orang lain. Karena usaha dengan keringatmu sendiri itu barokah.", Almaghfurlah KH. Maimun Zubair. Tipikal...
Ade Armando, Oligarki dan Politik Identitas
Seperti yang kita tahu, lini massa di media sosial ramai dengan postingan-postingan tentang demo mahasiswa 11 April 2022, isi tuntutannya saya juga kurang tahu, mungkin seputar Tolak Jokowi 3 Periode, harga segala kebutuhan masyarakat yang merangkak naik dan isu-isu...
Tentang Keyakinan Saya pada NU
Jagat maya saat ini, khususnya media sosial memang sedang gencar-gencarnya mempertontonkan perang pengaruh, saling merebut klaim kemayoritasan, klaim paling agamis, tuding menuding, dan sejenisnya. Propaganda sekejam apapun dihalalkan. Goreng menggoreng terus...
Titik Balik
Hari-hari saat di pesantren adalah hari dimana fokus dan fikiran kita tidak banyak terbelah. Tujuan kita pada saat itu cuma tiga, mengaji, mengaji dan mengaji. Salah satu yang paling teringat adalah saat dikabalongkeun, yaitu dihukum dengan menyeburkan diri kedalam...
Simbiosis Ilmu Fiqih dan Perkembangan Bioteknologi
Berawal dari iseng-iseng membuka aplikasi google keep di email lama, ada catatan lawas yang kembali terbaca. Tertulis di tanggal 26 Desember 2016. Sudah cukup lama, 5 tahun. Isinya adalah catatan-catatan diskusi bersama KH. Yayan Bunyamin, M.Phil. Kang Yayan, sapaan...
Manajemen Waktu dan Nahdliyyin
Nulis judulnya juga emang agak berat sih. Menyandingkan manajemen waktu dan nahdliyyin itu macam menghadapkan dua magnet dengan kutub yang sama, pasti saling tolak menolak, hahaha. Ngapunten, niki guyon nggeh. Saat saya ke bekasi untuk jalan-jalan bersama istri, anak...
Mulud Dulu, Mulud Lagi, Mulud Terus
Sudah menjadi tradisi di daerah tempat tinggal saya jika bulan robiul awwal tiba, undangan untuk menghadiri acara maulid nabi datang bertubi-tubi. Undangan itu berasal dari jamaah musholla, majlis, lingkungan, keluarga besar, bahkan personal rumah per rumah. Suasana...